|
PALEMBANG, SRIP0 — Sebanyak 320 Calon Jemaah Haji (CJH) Kloter 1 yang masuk asrama, Jumat (23/10) lolos pemeriksaan suhu tubuh yang dilakukan petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) karena pemeriksaan tahap pertama ini sebagian besar di bawah 37 derajat celsius. Namun begitu, KKP kembali melakukan pemeriksaan tahap II sebelum jemaah naik ke dalam pesawat Airbus 330-200 untuk diterbangkan ke Jeddah.
Kepala KKP Kelas II Palembang, H Ahmad Fickry Faisya kepada wartawan mengatakan, hasil tes suhu tahap I semua lolos tes. Untuk mempertahankan kondisi ini, Fickry minta jemaah haji untuk istirahat selama delapan jam, waktu yang disediakan penitia agar kondisi jemaah haji stabil dan suhu tubuh bida di bawah 37 derajat Celsius. “Kami tidak bisa tawar-menawar kalau besok ada jemaah haji kedapatan memiliki suhu di atas 38 derajat, kita tunda pemberangkatannya,” tegas Fickry. CJH kloter pertama berasal dari Lubuklinggau 222 orang, KBIH Ka’bah 89 dan jemaah non KBIH (mandiri) sembilan orang ini pukul 15.00 secara bergelombang masuk asrama dan mulai menjalani pemeriksaan hingga pukul 20.00. Sebelumnya, petugas dari Garuda (airline), Keimigrasian dan KKP memberikan keterangan kepada jemaah dan petugas haji yang mendampingi Kloter 1. Penjelasan dari Garuda mendapat perhatian paling banyak. Tahun ini dokumen perjalanan ke Tanah Suci menggunakan paspor hijau (internasional) sehingga harus dijaga betul dan tidak boleh hilang. “Karena memakai paspor hijau maka perlakuan keimigrasian bagi jemaah haji sama dengan perjalanan orang ke luar negeri,” kata Kepala kantor Imigrasi Kelas I Palembang, Haspion Irman SH. Itu artinya, setiap jemaah haji wajib mengisi formulir kedatangan dan kepulangan embarkasi dan debarkasi (EDk) keimigirasian, yang umumnya menggunakan bahasa Arab dan Inggris. Atran ini membuat bingung para jemaah haji, terlebih bagi mereka yang sudah tua atau yang tidak mengerti bahasa Inggris. Saat mendengarkan penjelasan itu, sebagian besar jemaah haji saling menoleh teman di sebelahnya. Melihat kebingungan ini, Haspion Irman mempertegas keterangannya dan meminta Kepala Regu (Karu) dan Kepala Rombongan (Karom) yang mengambilalih pengisiannya lembar embarkasi dan debarkasi sebagai syarat untuk berpegian ke luar negeri. Dijelaskan, tugas karu dan karom bekerja secara totalitas membantu jemaah haji yang menjadi anggotanya karena para Karu dan karom ini diberikan honor oleh negara sebesar 200-300 riyal (Rp 750.000-Rp 1.000.000). Hari ini, Wakil Gubernur Sumsel Eddy Yusuf disaksikan anggota komisi VIII DPR RI akan melepas calon jemaah haji,” katanya. Mengenai evaluasi penerimaan jemaah haji di Asrama haji, Najib menilainya sudah baik dan akan terus dilakukan perubahan. “Mungkin ada saja yang kurang. Namun secara umum sudah bagus,” katanya. Jamin tak Telantar Sementara itu, pemerintah menjamin seluruh calon jemaah haji (CJH) Indonesia mendapatkan penginapan yang layak saat melakukan ibadah haji di Tanah Suci. Hal ini terkait adanya peraturan baru pemerintah Arab Saudi yang memberlakukan seluruh pemondokan jemaah haji harus ada tangga daruratnya. Peraturan baru bagi jemaah yaitu setiap pemondokan haji yang bertingkat harus memiliki tangga darurat. Depag telah melobi pemerintah Arab Saudi agar pemondokan tanpa tangga darurat yang disewa sebelum peraturan baru tersebut terbit menjadi pengecualian. Kloter I haji 2009, berangkat dengan menumpang pesawat Garuda Indonesia mulai Jumat pagi diikuti penerbangan di sejumlah kota lainnya. Menurut Menag, aturan adanya tangga darurat tersebut baru diberlakukan setelah penyelenggara haji Indonesia menyewa pemondokan di Tanah Suci sehingga ada sebagian kecil pemondokan yang tidak memiliki tangga darurat. (sin/Persda Network/ewa)PALEMBANG, SRIP0 — Sebanyak 320 Calon Jemaah Haji (CJH) Kloter 1 yang masuk asrama, Jumat (23/10) lolos pemeriksaan suhu tubuh yang dilakukan petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) karena pemeriksaan tahap pertama ini sebagian besar di bawah 37 derajat celsius. Namun begitu, KKP kembali melakukan pemeriksaan tahap II sebelum jemaah naik ke dalam pesawat Airbus 330-200 untuk diterbangkan ke Jeddah. Kepala KKP Kelas II Palembang, H Ahmad Fickry Faisya kepada wartawan mengatakan, hasil tes suhu tahap I semua lolos tes. Untuk mempertahankan kondisi ini, Fickry minta jemaah haji untuk istirahat selama delapan jam, waktu yang disediakan penitia agar kondisi jemaah haji stabil dan suhu tubuh bida di bawah 37 derajat Celsius. “Kami tidak bisa tawar-menawar kalau besok ada jemaah haji kedapatan memiliki suhu di atas 38 derajat, kita tunda pemberangkatannya,” tegas Fickry. CJH kloter pertama berasal dari Lubuklinggau 222 orang, KBIH Ka’bah 89 dan jemaah non KBIH (mandiri) sembilan orang ini pukul 15.00 secara bergelombang masuk asrama dan mulai menjalani pemeriksaan hingga pukul 20.00. Sebelumnya, petugas dari Garuda (airline), Keimigrasian dan KKP memberikan keterangan kepada jemaah dan petugas haji yang mendampingi Kloter 1. Penjelasan dari Garuda mendapat perhatian paling banyak. Tahun ini dokumen perjalanan ke Tanah Suci menggunakan paspor hijau (internasional) sehingga harus dijaga betul dan tidak boleh hilang. “Karena memakai paspor hijau maka perlakuan keimigrasian bagi jemaah haji sama dengan perjalanan orang ke luar negeri,” kata Kepala kantor Imigrasi Kelas I Palembang, Haspion Irman SH. Itu artinya, setiap jemaah haji wajib mengisi formulir kedatangan dan kepulangan embarkasi dan debarkasi (EDk) keimigirasian, yang umumnya menggunakan bahasa Arab dan Inggris. Atran ini membuat bingung para jemaah haji, terlebih bagi mereka yang sudah tua atau yang tidak mengerti bahasa Inggris. Saat mendengarkan penjelasan itu, sebagian besar jemaah haji saling menoleh teman di sebelahnya. Melihat kebingungan ini, Haspion Irman mempertegas keterangannya dan meminta Kepala Regu (Karu) dan Kepala Rombongan (Karom) yang mengambilalih pengisiannya lembar embarkasi dan debarkasi sebagai syarat untuk berpegian ke luar negeri. Dijelaskan, tugas karu dan karom bekerja secara totalitas membantu jemaah haji yang menjadi anggotanya karena para Karu dan karom ini diberikan honor oleh negara sebesar 200-300 riyal (Rp 750.000-Rp 1.000.000). Hari ini, Wakil Gubernur Sumsel Eddy Yusuf disaksikan anggota komisi VIII DPR RI akan melepas calon jemaah haji,” katanya. Mengenai evaluasi penerimaan jemaah haji di Asrama haji, Najib menilainya sudah baik dan akan terus dilakukan perubahan. “Mungkin ada saja yang kurang. Namun secara umum sudah bagus,” katanya. Jamin tak Telantar Sementara itu, pemerintah menjamin seluruh calon jemaah haji (CJH) Indonesia mendapatkan penginapan yang layak saat melakukan ibadah haji di Tanah Suci. Hal ini terkait adanya peraturan baru pemerintah Arab Saudi yang memberlakukan seluruh pemondokan jemaah haji harus ada tangga daruratnya. Peraturan baru bagi jemaah yaitu setiap pemondokan haji yang bertingkat harus memiliki tangga darurat. Depag telah melobi pemerintah Arab Saudi agar pemondokan tanpa tangga darurat yang disewa sebelum peraturan baru tersebut terbit menjadi pengecualian. Kloter I haji 2009, berangkat dengan menumpang pesawat Garuda Indonesia mulai Jumat pagi diikuti penerbangan di sejumlah kota lainnya. Menurut Menag, aturan adanya tangga darurat tersebut baru diberlakukan setelah penyelenggara haji Indonesia menyewa pemondokan di Tanah Suci sehingga ada sebagian kecil pemondokan yang tidak memiliki tangga darurat. (sin/Persda Network/ewa) |